PD IWO Binjai Hadiri Rakernas III Di Jakarta, Ketum IWO Pusat : Media Online Bukan Hanya Pelapor Tetapi Penjaga Akal Sehat Publik dari Informasi Di Medsos

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PD IWO Binjai Hadiri Rakernas III Di Jakarta, Ketum IWO Pusat : Media Online Bukan Hanya Pelapor Tetapi Penjaga Akal Sehat Publik dari Informasi Di Medsos

 

Binjai.Tvberita.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rangka memeriahkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang berlangsung selama 3 hari di Aula Taman Ismail Marzuki, jalan Cikini Raya No. 8 Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025). Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) kota Binjai yang dinakhodai Surya Darma Sitepu S.E., dan diwakili oleh Bendahara IWO kota Binjai Apriandi Dalimunthe turut menghadiri Rakernas tersebut.

Ketua Umum IWO Pusat H. Teuku Yudhistira M.I.Kom., dalam sambutannya mengatakan bahwa Media online bukan hanya sebagai pelapor, tetapi penjaga akal sehat publik dari informasi di media sosial (medsos). Apalagi di tengah perubahan besar peradaban manusia dimana revolusi digital telah mengubah cara berkomunikasi, bekerja, bahkan berpikir, acap kali masyarakat mendapatkan informasi yang tidak utuh, kabar yang tidak diverifikasi, dan opini yang menyesatkan.

“Dalam situasi seperti ini, peran Wartawan Online menjadi sangat strategis. Tidak sekadar pelapor peristiwa, tetapi juga penjaga akal sehat publik. Bukan sekadar penyampai berita, tetapi penuntun arah nilai dan moral informasi bangsa,” ujarnya.

Dengan cepat media sosial (medsos) memframming suatu peristiwa yang menimbulkan kebisingan dan tak jarang merusak fakta informasi. Uniknya masyarakat acapkali menelan bulat-bulat informasi media sosial yang sangat minim filter ini. Dikatakan Yudistira, media sosial melahirkan kebebasan, tetapi juga kebisingan dan tak jarang merusak fakta informasi. Akan tetapi, masyarakat acapkali menelan bulat-bulat informasi media sosial yang sangat minim filter. Tanpa UU Pers, dan juga tanpa kode etik jurnalistik yang mengawasinya.

“Namun itulah fakta. Media sosial telah memicu disrupsi media mainstream yang wajib mematuhi berbagai rambu setiap kali akan menyajikan berita,” sambungnya.

Lebih lanjut, dinamika zaman yang kompleks inilah yang melatarbelakangi lahirnya tema Rakernas ke-III tahun ini “Peran IWO dalam Elaborasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.”

“Tema ini tidak lahir dari ruang kosong. Ia adalah hasil refleksi kolektif atas peran media dalam perjalanan bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya.

Diingatkan Yudistira, Asta Cita, delapan cita-cita besar bangsa, memuat visi pembangunan manusia unggul, ekonomi berkelanjutan, lingkungan hidup yang lestari, Pemerintahan yang bersih, serta supremasi hukum yang berkeadilan.

“Lantas muncul pertanyaan, di mana posisi IWO dalam peta besar itu? Jawabannya jelas di garda depan pembentukan opini publik,” tegasnya.

Baca Juga:  Hukum tumpul ke kiri , tajam ke kanan . Kasus saling lapor di Nias menjadi Sorotan publik .

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., yang juga merupakan Ketua Majelis Dewan Kehormatan Ikatan Wartawan Online, menegaskan bahwa Pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi dan politik, tetapi juga tengah berjuang melawan manipulasi informasi yang semakin marak di era digital. Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) ke-III, di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

“Perjuangan masa depan tidak lagi melalui perang fisik, melainkan melalui pertempuran di ruang digital. Ia menyebut, ruang inilah yang kini menjadi medan uji bagi kebenaran dan kepercayaan publik. Pemerintah Indonesia tidak hanya berjuang dalam bidang ekonomi atau politik, tetapi juga dalam perang melawan manipulasi informasi,” paparnya.

Agus menilai, peran media yang semula hanya sebagai penyalur informasi kini telah berkembang menjadi pembentuk persepsi, penentu arah opini publik, bahkan penggerak partisipasi masyarakat. Ia menyebut, Wartawan Online memiliki tanggung jawab lebih besar karena tidak hanya menulis fakta, tetapi juga menangkap nilai kejujuran, keadilan, empati, dan semangat kebangsaan.

“Di sinilah peran Ikatan Wartawan Online menjadi sangat penting. IWO bukan sekadar Organisasi profesi, tetapi juga penyangga moral informasi bangsa yang menjaga agar transformasi digital Indonesia tetap berada di koridor etika, tanggung jawab, dan kebenaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Agus menyampaikan bahwa Pemerintah menjadikan IWO sebagai mitra strategis dalam mengawal agenda nasional, khususnya dalam penegakan literasi digital, etika jurnalistik, dan penguatan ketahanan informasi nasional. “Kita bersama membangun kesadaran publik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” tandasnya.

Rakernas IWO ke-III menjadi momentum penting bagi Insan Pers Digital untuk memperkuat peran jurnalisme online yang beretika dan berpihak pada kebenaran. Agus berharap, hasil Rakernas tersebut dapat menjadi kompas moral dalam menjaga integritas wartawan online di tengah dinamika media yang kian cepat dan terbuka.

Turut Hadir pada Rakernas III IWO, Menteri Komunikasi dan Digital Mutya Hafid, Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Stafsus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim, pengurus PP, PW dan PD IWO se Indonesia.

Kegiatan tersebut juga tidak luput dari pantauan sejumlah Wartawan dari berbagai Media yang ada di Jakarta.(fdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tvberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Proyek Lapangan Mangkrak dan Berutang Rp95 Juta, Polda Papua dan Polres Mimika Didesak Seret ke pengadilan Ketua LSM 2PAM3 Berinisial TR!
Dugaan dana hibah Dinas Peternakan Mimika maladministrasi. Polres didesak periksa ketua LSM 2PAM3 berinisial TR.
Sengketa Tanah Warisan H. Abdul Halim Kembali Bergulir, Makawi Gugat Perbuatan Melawan Hukum
Gusar diawasi  Pers , Oknum Ketua 2PAM3 Mimika berinisial TR intimidasi Pimred kompas1.com dan bawa bawa nama ethnis demi bungkam kasus hibah APBD.
Dukung Bersih-Bersih Institusi, AMPP Desak Polri Pertahankan PTDH dan Pidanakan Kompol DK.
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:55 WIB

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:44 WIB

PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Proyek Lapangan Mangkrak dan Berutang Rp95 Juta, Polda Papua dan Polres Mimika Didesak Seret ke pengadilan Ketua LSM 2PAM3 Berinisial TR!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:39 WIB

Dugaan dana hibah Dinas Peternakan Mimika maladministrasi. Polres didesak periksa ketua LSM 2PAM3 berinisial TR.

Berita Terbaru

Berita Nasional

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:35 WIB