Aksi Camat-Kades di Tapsel Peras Warga Berujung Kena OTT Polda Sumut

- Penulis

Minggu, 10 November 2024 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Camat-Kades di Tapsel Peras Warga Berujung Kena OTT Polda Sumut

Tapanuli Selatan / Tv berita.id

Camat dan kepala desa di Kabupaten Tapanuli Selatan meringkuk di tahanan usai terjaring OTT Polda Sumut karena memeras warga. Keduanya pun saat ini telah berstatus sebagai tersangka.
Adapun kedua tersangka yakni Camat Angkola Sangkunur Daniel Affandi Harahap (DAH) dan Kepala Desa Tindoan Laut Josmar Yuda Sianturi. Keduanya terjaring OTT Tim Saber Pungli Polda Sumut pada Kamis (24/10).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar ada diamankan. Keduanya sedang menjalani pemeriksaan,” kata Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono saat diwawancarai di Polda Sumut, Jumat (25/10/2024)

Sumaryono menyebut kedua pelaku meminta uang kepada warga yang hendak mengurus surat. Padahal, pengurusan surat tersebut harusnya tidak dipungut biaya.

“Ada warga yang diperas oleh keduanya dalam pengurusan surat di kecamatan. Seharusnya gratis namun dipungut biaya,” kata Sumaryono.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pihak kepolisian menaikkan status perkara tersebut ke penyidikan. Lalu, kedua pelaku juga ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Sumut.

Baca Juga:  Libur Panjang; Polresta Banyuwangi Gelar Patroli dan Penjagaan Tempat Wisata Ciptakan situasi Kondusif

“Yang bersangkutan statusnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan dan statusnya sebagai tersangka dugaan tindak pidana pemerasan. Dua-duanya jadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (28/10).
Hadi mengatakan para pelaku ditangkap usai adanya laporan dari masyarakat. Ada uang sekitar Rp 7 juta yang diamankan dari keduanya.

“Dilaporkan sama masyarakat. Uang yang diamankan Rp 7 juta, iya (ditahan),” jelasnya.

Mantan Kapolres Biak Papua itu menyebut para pelaku meminta uang kepada para korban dengan nominal yang bervariatif, mulai dari Rp 100-200 ribu setiap pengurusan surat tanah.

“Modusnya mereka setiap masyarakat yang datang mengurus surat-surat ganti rugi tanah dikenakan pemungutan biaya. (Jumlahnya) bervariasi, ada yang berkisar Rp 100 ribu, Rp 200 ribu,” kata Hadi. ( Red / Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tvberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Binjai Gelar Press Release Ungkap 23 Kasus Tindak Pidana Narkoba
Respons Cepat Atas Informasi Masyarakat Polres Binjai Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Untuk Cegah Peredaran Narkoba
Polres Binjai Siapkan Personil Laksanakan Pengamanan KegiatanPelantika Kormi
Polres Binjai Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Pelaku Residivis Kasus Narkoba Kembali Ditangkap Satres narkoba Polres Binjai
Satres narkoba Polres Binjai Ringkus Pengedar Narkoba Di Kota Binjai Beserta Barang Bukti
Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Binjai Sembelih 7 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing
Operasi Undercover Satres narkoba Polres Binjai Berhasil Gagalkan Peredaran Ekstasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:13 WIB

Polres Binjai Gelar Press Release Ungkap 23 Kasus Tindak Pidana Narkoba

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:09 WIB

Respons Cepat Atas Informasi Masyarakat Polres Binjai Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Untuk Cegah Peredaran Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 12:46 WIB

Polres Binjai Siapkan Personil Laksanakan Pengamanan KegiatanPelantika Kormi

Senin, 1 Juni 2026 - 12:40 WIB

Polres Binjai Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:23 WIB

Pelaku Residivis Kasus Narkoba Kembali Ditangkap Satres narkoba Polres Binjai

Berita Terbaru