Terjunkan Wartawan Investigasi, Ketum PWDPI : Proyek Unila 26 Miliar Lebih Diduga Abal-Abal

- Penulis

Senin, 9 Desember 2024 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terjunkan Wartawan Investigasi, Ketum PWDPI : Proyek Unila 26 Miliar Lebih  Diduga  Abal-Abal

 

Lampung/TVBerita.id

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS, tuding Proyek Labororium Pendidikan Karakter (Al-Wasii) Senilai Rp.26 Miliar lebih milik Universitas Lampung diduga  Amburadul alias Abal-abal.

 

“Proyek Labotorium Pendidikan Karakter (Al-Wasii) Senilai Rp26 Miliar lebih milik Universitas Lampung diduga  Amburadul alias Abal-abal. Proyek tersebut juga diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak dan Juknis),”ungkap Ketum PWDPI saat diwawancarai usai kunjungan di Kantor DPW PWDPI Lampung, pada Senin (9/12/2023).

 

Ketum PWDPI, Nurullah juga menjelaskan pihaknya sudah menerjunkan tim wartawan PWDPI untuk menelusuri proyek tersebut  juga pihak perusahaan yang mengerjakan kontruksi bangunan.

 

“Sangat Eronis Sekali berdasarkan tim investigasi  awak media group kami, proyek fantastis bernilai puluhan miliar untuk  pembangunan masjid Al- Wasii di Unila indikasi  tidak akan selesai. Bahkan berdasarkan pantauan tidak ada papan nama proyek dilokasi alias proyek siluman,”ujarnya.

 

Lebih parahnya lagi, masih kata Ketum PWDPI didalam pelaksanaan sistem pondasi bawah berubah dari sumuran jadi pakai borfile dan kegiatan baru cor pondasi borfile dan pondasi filecap dan hannya pedestal saja.

 

“Padahal proyek masjid  tersebut dijadwalkan selesai pada Desember 2024 sudah  rampung 100%. Namun jika dilihat dilapangan menurut pantauan tim media PWDPI masih jauh panggang dari api,”katanya.

 

 

Berdasarkan pantauan awak media PWDPI juga, lanjut Nurullah, para pekerja rekanan terlihat kurang mampu bahkan info banyak pekerja Gonta ganti team dan pembayaran banyak yang macet.

 

“Saya juga menduga perusahaan yang mengerjakan proyek adalah abal-abal. Saya juga sudah kirim  awak media untuk menyelidiki alamat perusahaan yang jadi pemenang tender,”terang nya.

 

Ketum PWDPI juga menjelaskan, perusahaan pemenang tender proyek lanjutan pembangunan gedung laboratorium pendidikan karakter (Al-wasii) universitas lampung tahun 2024,  Jenis pengadaan pekerjaan kontruksi K/L/PD instasi lainnya pada Kementerian  Pendidikan dan kebudayaan untuk satuan kerja yakni, Universitas Lampung.

 

“Berdasarkan data lelang Pagu :Rp.27.282.821.000.00 dan  Hps :26.561.074.324.00, dengan pemenang tender yaitu, PT. Chipta Adi Guna (PT.CAG) , beralamat di Situmbuk Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilantang  Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Bara, dengan nilai penawaran sejumlah Rp21.248.859, 459,20, dan harga terkoreksi sebesar Rp.21.248.859.459, 20 atau harga negosiasi,”bebernya

 

Dengan susah payah tim media PWDPI menempuh perjalanan ratusan kilo meter, Ahirnya alamat yang tertera pada  lelang ditemukan.

 

“Namun titik lokasi rumah tidak  tidak ditemukan papan nama perusahaan bahkan menurut keterangan dari warga sekitar tidak ada tanda-tanda rumah tersebut digunakan untuk  kantor perusahaan kontraktor. Nampak rumah sepi sennyap bahkan berada dipedalaman. Dari sini diduga kuat perusahaan itu abal-abal,”tegas Ketum PWDPI.

 

Ketum PWDPI Minta kepada pihak KPK dan Kejati Lampung agar segera turun dan mengusut kasus ini. Sebab masih kata dia kuat dugaan lelang proyek tidak sesuai dengan dokumen dan patut diduga bermasalah.

 

“Padahal seperti kita ketahui beberapa tahun lalu Unila sudah jadi sorotan kasus OTT mantan Rektor yang saat ini masih duduk dikursi pesakitan. Sepertinya peristiwa itu tidak membuat efek jera bagi sejumlah petinggi Universitas kebanggaan masyarakat Lampung,”pungkas Ketum PWDPI.

 

Kasus ini akan terus diungkap hingga tuntas pada edisi mendatang. Ketum PWDPI juga sudah perintahkan untuk konfirmasi kepihak Unila. (Red)

Baca Juga:  Buat LP di Poldasu Dilimpahkan ke Polrestabes Medan, Para Pelaku 378 Sudah Setahun Lebih Tak Tersentuh Hukum

Terjunkan Wartawan Investigasi, Ketum PWDPI : Proyek Unila 26 Miliar Lebih  Diduga  Abal-Abal

Lampung/TVBerita.id

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M.Nurullah RS, tuding Proyek Labororium Pendidikan Karakter (Al-Wasii) Senilai Rp.26 Miliar lebih milik Universitas Lampung diduga  Amburadul alias Abal-abal.

“Proyek Labotorium Pendidikan Karakter (Al-Wasii) Senilai Rp26 Miliar lebih milik Universitas Lampung diduga  Amburadul alias Abal-abal. Proyek tersebut juga diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak dan Juknis),”ungkap Ketum PWDPI saat diwawancarai usai kunjungan di Kantor DPW PWDPI Lampung, pada Senin (9/12/2023).

Ketum PWDPI, Nurullah juga menjelaskan pihaknya sudah menerjunkan tim wartawan PWDPI untuk menelusuri proyek tersebut  juga pihak perusahaan yang mengerjakan kontruksi bangunan.

“Sangat Eronis Sekali berdasarkan tim investigasi  awak media group kami, proyek fantastis bernilai puluhan miliar untuk  pembangunan masjid Al- Wasii di Unila indikasi  tidak akan selesai. Bahkan berdasarkan pantauan tidak ada papan nama proyek dilokasi alias proyek siluman,”ujarnya.

Lebih parahnya lagi, masih kata Ketum PWDPI didalam pelaksanaan sistem pondasi bawah berubah dari sumuran jadi pakai borfile dan kegiatan baru cor pondasi borfile dan pondasi filecap dan hannya pedestal saja.

“Padahal proyek masjid  tersebut dijadwalkan selesai pada Desember 2024 sudah  rampung 100%. Namun jika dilihat dilapangan menurut pantauan tim media PWDPI masih jauh panggang dari api,”katanya.

Berdasarkan pantauan awak media PWDPI juga, lanjut Nurullah, para pekerja rekanan terlihat kurang mampu bahkan info banyak pekerja Gonta ganti team dan pembayaran banyak yang macet.

“Saya juga menduga perusahaan yang mengerjakan proyek adalah abal-abal. Saya juga sudah kirim  awak media untuk menyelidiki alamat perusahaan yang jadi pemenang tender,”terang nya.

Ketum PWDPI juga menjelaskan, perusahaan pemenang tender proyek lanjutan pembangunan gedung laboratorium pendidikan karakter (Al-wasii) universitas lampung tahun 2024,  Jenis pengadaan pekerjaan kontruksi K/L/PD instasi lainnya pada Kementerian  Pendidikan dan kebudayaan untuk satuan kerja yakni, Universitas Lampung.

“Berdasarkan data lelang Pagu :Rp.27.282.821.000.00 dan  Hps :26.561.074.324.00, dengan pemenang tender yaitu, PT. Chipta Adi Guna (PT.CAG) , beralamat di Situmbuk Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilantang  Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Bara, dengan nilai penawaran sejumlah Rp21.248.859, 459,20, dan harga terkoreksi sebesar Rp.21.248.859.459, 20 atau harga negosiasi,”bebernya

Dengan susah payah tim media PWDPI menempuh perjalanan ratusan kilo meter, Ahirnya alamat yang tertera pada  lelang ditemukan.

“Namun titik lokasi rumah tidak  tidak ditemukan papan nama perusahaan bahkan menurut keterangan dari warga sekitar tidak ada tanda-tanda rumah tersebut digunakan untuk  kantor perusahaan kontraktor. Nampak rumah sepi sennyap bahkan berada dipedalaman. Dari sini diduga kuat perusahaan itu abal-abal,”tegas Ketum PWDPI.

Ketum PWDPI Minta kepada pihak KPK dan Kejati Lampung agar segera turun dan mengusut kasus ini. Sebab masih kata dia kuat dugaan lelang proyek tidak sesuai dengan dokumen dan patut diduga bermasalah.

“Padahal seperti kita ketahui beberapa tahun lalu Unila sudah jadi sorotan kasus OTT mantan Rektor yang saat ini masih duduk dikursi pesakitan. Sepertinya peristiwa itu tidak membuat efek jera bagi sejumlah petinggi Universitas kebanggaan masyarakat Lampung,”pungkas Ketum PWDPI.

Kasus ini akan terus diungkap hingga tuntas pada edisi mendatang. Ketum PWDPI juga sudah perintahkan untuk konfirmasi kepihak Unila. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tvberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal, Perlu Kolaborasi Lintas Sektoral Cegah Paham Radikal
Kalapas Mochamad Mukaffi Ikuti Latihan Menembak Di BRIMOB I KORBRIMOB Polri
Kejaksaan Negeri Binjai Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah Di SMA Negeri 1 Kota Binjai
DPRD Binjai Apresiasi Gerak Cepat Kapolres AKBP R. Bimo Moernanda, GSN Bongkar Sarang Narkoba di Binjai Utara
Proyek Lapangan Mangkrak dan Berutang Rp95 Juta, Polda Papua dan Polres Mimika Didesak Seret ke pengadilan Ketua LSM 2PAM3 Berinisial TR!
Isu Limbah Dibantah Fakta: Parit di Sekitar CV Koranda Food Terpantau Jernih, Warga Akui Dampak Positif
Gerak Cepat Satreskrim Polres Binjai, Dua Terduga Pelaku Curat Toko Rp157 Juta Dibekuk
Kalapas Kelas IIA Binjai Lakukan Kunjungan ke BPBD Kota Binjai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal, Perlu Kolaborasi Lintas Sektoral Cegah Paham Radikal

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Kalapas Mochamad Mukaffi Ikuti Latihan Menembak Di BRIMOB I KORBRIMOB Polri

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kejaksaan Negeri Binjai Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah Di SMA Negeri 1 Kota Binjai

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:49 WIB

DPRD Binjai Apresiasi Gerak Cepat Kapolres AKBP R. Bimo Moernanda, GSN Bongkar Sarang Narkoba di Binjai Utara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Proyek Lapangan Mangkrak dan Berutang Rp95 Juta, Polda Papua dan Polres Mimika Didesak Seret ke pengadilan Ketua LSM 2PAM3 Berinisial TR!

Berita Terbaru

Berita Nasional

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:35 WIB